Listening atau Grammar TOEFL ITP: Mana yang Didahulukan?
Prioritas berarti mendapat porsi lebih besar, bukan menjadi satu-satunya
Kalau waktu belajarmu terbatas, dahulukan bagian yang paling relevan dengan tujuanmu, punya hambatan berulang yang cukup jelas, dan memiliki keterampilan kecil yang bisa dilatih sekarang. Jangan otomatis memilih persentase benar terendah atau materi yang terasa paling mudah diperbaiki.
Dalam artikel ini, grammar berarti fokus belajar untuk bagian Structure and Written Expression. ETS menjelaskan bahwa bagian tersebut mengukur pengenalan struktur dan tata bahasa tertentu dalam bahasa Inggris tertulis standar, sedangkan Listening mengukur pemahaman bahasa Inggris lisan dalam konteks perguruan tinggi. [41] Jadi, memahami rumus grammar belum tentu berarti kamu sudah mampu mengenali penggunaannya dalam pilihan jawaban.
Cara menentukan prioritas belajar listening atau grammar TOEFL ITP perlu membedakan tiga hal:
- Tujuan: kebutuhan apa yang harus kamu penuhi, dan kapan kamu membutuhkannya?
- Bukti: hambatan apa yang muncul lagi pada latihan berbeda?
- Tindakan: keterampilan spesifik apa yang dapat kamu kerjakan dalam sesi berikutnya?
Misalnya, “Listening saya buruk” belum cukup untuk mengatur jadwal. “Saya memahami transkrip, tetapi berulang kali melewatkan perubahan keputusan pembicara saat mendengar audio” lebih berguna. Kamu sudah punya sasaran yang dapat dilatih, bukan sekadar nama bagian yang terasa sulit.
Sebelum memilih, periksa ketentuan lembaga tujuan: apakah ada persyaratan skor total saja atau juga skor bagian? ETS tidak menetapkan satu skor kelulusan TOEFL ITP; lembaga menentukan sendiri skor yang diterima. [41] Jika ketentuan belum jelas, konfirmasikan dahulu. Jangan menganggap nilai bagus pada satu bagian pasti dapat menggantikan kekurangan bagian lain.
Seluruh alokasi waktu, kasus, dan lembar keputusan di bawah adalah usulan belajar orisinal EEH, bukan aturan ETS atau ramalan skor. Nama peserta dan hasil dalam kasus bersifat fiktif. Reading tetap mendapat tempat: keputusan antara Listening dan grammar tidak berarti bagian ketiga boleh ditinggalkan.
Gunakan empat penyaring sebelum membagi waktu
1. Mulai dari tujuan yang benar-benar diketahui
Tuliskan kebutuhanmu secara singkat: “Saya menyiapkan tes dalam enam minggu dan sudah memeriksa persyaratan lembaga.” Jika belum mengetahui persyaratannya, tulis sebagai tugas konfirmasi, bukan asumsi.
Tenggat membantu menentukan luas sasaran. Dengan waktu pendek, lebih masuk akal membatasi fokus pada satu hambatan daripada membuka banyak topik sekaligus. Namun, waktu pendek tidak membuktikan grammar selalu menjadi pilihan terbaik. Kebutuhan dan bukti latihan tetap menentukan.
2. Cari pola yang muncul pada kesempatan berbeda
Gunakan dua atau tiga catatan latihan yang sudah kamu miliki. Ini bukan ambang baku; tujuannya mengurangi keputusan yang hanya bertumpu pada satu hari yang buruk. Usahakan bahan berada pada level dan jenis tugas yang sebanding, serta catat apakah kamu memakai bantuan.
Bukti yang berguna antara lain:
- Listening: kamu memahami maksud setelah membaca transkrip, tetapi tidak menangkapnya saat pemutaran pertama.
- Grammar: kamu berkali-kali memilih bentuk kata kerja berdasarkan kata benda terdekat, bukan subjek utama.
- Keduanya: jawaban membaik hanya ketika materi yang sama diulang, sementara bahan baru masih membingungkan.
Catatan tersebut cukup sebagai masukan keputusan. Kamu tidak perlu menganalisis ulang seluruh jawaban salah sebelum menentukan porsi minggu ini.
Jangan mengubah persentase latihan menjadi prediksi skor resmi. ETS menerangkan bahwa jumlah jawaban benar dikonversi secara statistik menjadi skor berskala; skor laporan bukan jumlah atau persentase jawaban benar. [41] Karena itu, Listening dan grammar yang sama-sama memperoleh 60% benar tidak otomatis menawarkan peluang kenaikan skor yang sama. Paket, kesulitan, dan jenis kesalahannya juga bisa berbeda.
3. Pilih keterampilan terdekat yang dapat dikerjakan
Keterampilan terdekat adalah langkah kecil yang cukup jelas untuk dilatih tanpa harus menguasai semuanya terlebih dahulu.
Bandingkan dua sasaran berikut:
- Terlalu luas: “Menguasai Listening.”
- Bisa dikerjakan: “Menangkap keputusan akhir setelah pembicara mengubah rencana.”
Untuk grammar, “menguasai semua tenses” masih terlalu luas jika masalah utamamu justru tidak menemukan subjek. Sasaran yang lebih dekat ialah menentukan subjek inti sebelum memilih bentuk kata kerja.
Jika hambatan terasa terlalu besar, pecah dahulu. Kesulitan memahami audio panjang, misalnya, mungkin perlu diawali dengan memahami satu pertukaran ujaran pendek. Bagian yang sangat lemah tidak harus ditinggalkan hanya karena langkah pertamanya belum jelas.
4. Tentukan kapan keputusan diperiksa kembali
Pilih batas yang realistis, misalnya setelah enam sesi belajar. Tentukan sejak awal bahan baru apa yang akan dipakai untuk memeriksa kemampuan. Dengan begitu, kamu tidak mengganti fokus karena bosan, tetapi juga tidak mempertahankan strategi yang tidak membantu.

Urutannya ialah memeriksa tujuan, membaca bukti berulang, memilih keterampilan kecil, lalu menetapkan tinjauan. Jika kedua bagian sama-sama relevan dan buktinya belum membedakan, gunakan pembagian seimbang sementara. Prioritas boleh ditunda sampai alasan memilihnya cukup jelas.
Tiga kasus: angka rendah tidak selalu menghasilkan keputusan yang sama
Ketiga kasus berikut merupakan ilustrasi orisinal, bukan pengalaman pelanggan atau hasil penelitian. Contoh kalimatnya bukan soal resmi ETS.
Kasus 1 — Rani: Listening didahulukan karena makna sudah dipahami lewat teks
Situasi. Rani punya enam minggu persiapan. Ia sudah memeriksa ketentuan lembaga tujuannya dan tidak menemukan persyaratan skor bagian terpisah. Ia dapat belajar 40 menit dalam satu sesi.
Bukti. Pada dua paket latihan pendek yang berbeda, Rani menjawab benar 5 dari 10 pertanyaan Listening. Setelah membaca transkrip, ia dapat menjelaskan hampir seluruh percakapan. Pada dua latihan grammar, hasilnya 7 dari 10 dan 8 dari 10, tanpa satu pola kesalahan yang terus mendominasi.
Dalam dialog ilustratif, pembicara berkata, “I planned to print the handouts tonight, but the printer is out of ink. I’ll use the library printer tomorrow.” Rani mengingat rencana mencetak malam ini, tetapi melewatkan perubahan menjadi besok di perpustakaan.
Makna bukti. Memahami transkrip menunjukkan bahwa bahasa tertulis pada bahan tersebut relatif terjangkau. Hambatan yang tampak adalah menangkap pembaruan informasi lewat suara. Ini alasan memilih Listening, bukan bukti bahwa semua kesulitan Listening Rani berasal dari pendengaran.
Keputusan. Selama enam sesi, Rani memakai 20 menit untuk Listening, 10 menit untuk grammar, dan 10 menit untuk Reading. Fokus Listening hanya membedakan rencana awal dan keputusan akhir.
Ia mendengar potongan audio tanpa transkrip, menyebutkan keputusan akhir, lalu memeriksa bagian yang mengubah rencana. Pemeriksaan transkrip dipilih untuk menemukan informasi yang terlewat, bukan untuk menggantikan kegiatan mendengar. Setelah itu, ia mencoba dialog lain.
Tinjauan. Pada sesi ketiga dan keenam, ia menggunakan audio baru tanpa transkrip di awal. Jika perubahan keputusan mulai tertangkap pada kedua kesempatan, sasaran dapat diperluas. Jika tidak, ia memeriksa apakah penghubung seperti “but” terdengar tetapi kelanjutan kalimat belum dipahami. Langkah berikutnya mungkin memperpendek potongan audio, bukan menambah jumlah soal.
Kasus 2 — Bima: grammar didahulukan meskipun Listening tampak lebih rendah
Situasi. Bima memiliki waktu empat minggu dan dapat belajar 30 menit per sesi. Tidak ada ketentuan bagian tertentu yang perlu ia dahulukan berdasarkan persyaratan yang sudah diperiksanya.
Bukti. Dua paket Listening menghasilkan 4 dari 10 dan 5 dari 10 jawaban benar. Grammar menghasilkan 6 dari 10 pada keduanya. Namun, catatan Listening belum menunjukkan penyebab yang konsisten: ada kosakata yang tidak dipahami, detail yang terlewat, dan satu sesi yang dikerjakan dalam keadaan lelah. Pada grammar, masalah subjek dan kata kerja terus muncul.
Perhatikan contoh orisinal: “The folders beside the monitor contain the attendance records.” Bima ingin mengganti “contain” menjadi “contains” karena melihat “monitor”, yang tunggal. Padahal subjeknya “the folders”; frasa “beside the monitor” hanya menjelaskan letaknya. Kata kerja “contain” sudah sesuai dengan subjek jamak.
Makna bukti. Grammar mempunyai sasaran terdekat yang jelas. Listening lebih rendah pada latihan ini, tetapi datanya belum cukup menjelaskan tindakan utama yang perlu diperbesar. Bima tidak menyimpulkan bahwa grammar pasti menaikkan skor lebih cepat.
Keputusan. Dalam enam sesi berikutnya, ia memberi 15 menit untuk grammar, 10 menit untuk Listening, dan 5 menit untuk Reading. Ia berlatih menemukan subjek inti, memisahkan keterangan lokasi, lalu menjelaskan pilihan kata kerja.
Untuk dasar keterampilan ini, ia dapat menggunakan panduan menemukan subjek dan kata kerja utama. Porsi Listening tetap digunakan pada bahan pendek yang sebanding dan kondisi yang lebih tenang agar keputusan berikutnya memiliki bukti lebih baik.
Tinjauan. Bima memeriksa kalimat baru, bukan mengulang contoh yang sudah dikenali. Jika alasan pemilihan kata kerja mulai konsisten, sementara pola hambatan Listening sudah jelas, porsi utama bisa dipindahkan. Jika grammar belum membaik, ia mengecilkan sasaran menjadi menemukan subjek saja sebelum menambah variasi struktur.
Kasus 3 — Sari: pembagian seimbang karena masalah audio juga muncul saat membaca
Situasi. Sari memiliki delapan minggu persiapan dan biasanya belajar 40 menit per sesi. Ia merasa Listening adalah kelemahan utama karena sering tidak memahami maksud pembicara.
Bukti. Pada dua bahan berbeda, membaca transkrip ternyata belum menyelesaikan kebingungannya. Contoh orisinalnya: “If the lab had opened earlier, we could have finished the measurements.” Sari mengartikannya sebagai rencana pengukuran yang pasti selesai nanti.
Padahal kalimat tersebut membicarakan kemungkinan berbeda pada masa lalu: seandainya laboratorium buka lebih awal, pengukuran bisa selesai. Dalam penggunaan lazimnya, kalimat ini menyiratkan bahwa kondisi yang dibutuhkan tidak terjadi. Kebingungan Sari terhadap hubungan syarat dan hasil juga muncul dalam latihan tertulis.
Makna bukti. Mengulang audio saja belum menyasar seluruh hambatan. Ada pemahaman struktur dan makna yang perlu dibangun. Namun, belajar penjelasan tertulis saja juga tidak melatih pengenalan struktur ketika diucapkan.
Keputusan. Sari sementara membagi sesi menjadi 15 menit grammar, 15 menit Listening, dan 10 menit Reading. Dalam blok grammar, ia membandingkan makna kemungkinan sekarang dan kondisi masa lalu yang tidak terjadi. Dalam blok Listening, ia menggunakan audio pendek bertranskrip yang memuat makna serupa, bukan semata menghafal kalimat yang sudah dibahas.

Perbedaan pentingnya: paham setelah membaca transkrip mengarahkan perhatian pada pemrosesan suara; tetap bingung setelah membaca mengisyaratkan perlunya memeriksa bahasa dan makna juga. Keduanya adalah petunjuk belajar, bukan diagnosis pasti.
Tinjauan. Jika Sari sudah dapat menjelaskan kalimat tertulis baru tetapi masih kesulitan ketika mendengarnya, Listening mendapat porsi lebih besar pada siklus berikutnya. Jika versi tertulis tetap membingungkan, ia mempertahankan pembagian sementara dan mempersempit jenis struktur yang dipelajari.
Lembar keputusan dan rencana enam sesi yang bisa kamu pakai
Tujuan lembar ini bukan menghasilkan angka prioritas yang terlihat ilmiah. Gunakan untuk menghubungkan alasan, pembagian waktu, dan keputusan berikutnya. Simpan secara pribadi; tidak perlu memasukkan identitas atau dokumen pendaftaran.
Contoh terisi: keputusan Rani
- Tujuan dan tenggat: persiapan dalam enam minggu; ketentuan lembaga sudah diperiksa.
- Bukti Listening: dua latihan berbeda; rencana awal tertangkap, keputusan akhir sering terlewat; transkrip dipahami.
- Bukti grammar: hasil relatif lebih stabil; belum ada pola dominan yang berulang.
- Prioritas sementara: Listening, khusus perubahan keputusan pembicara.
- Alasan memilih: hambatan muncul kembali dan dapat dilatih melalui dialog pendek.
- Waktu per sesi: Listening 20 menit, grammar 10 menit, Reading 10 menit.
- Bantuan saat belajar: transkrip dibuka setelah percobaan pertama.
- Pemeriksaan: audio baru pada sesi ketiga dan keenam, tanpa transkrip di awal.
- Syarat memperluas sasaran: keputusan akhir dapat dijelaskan pada kedua pemeriksaan, bukan hanya pada audio lama.
- Jika belum terbantu: gunakan potongan lebih pendek dan periksa bagian bahasa yang belum dipahami.
Versi kosong
Salin dan isi dengan jawaban singkat:
- Tujuan dan tenggat saya: …
- Ketentuan lembaga yang sudah diketahui / perlu dikonfirmasi: …
- Bukti berulang pada Listening: …
- Bukti berulang pada grammar: …
- Bagian yang mendapat porsi utama / alasan pembagian seimbang: …
- Satu keterampilan kecil yang dituju: …
- Pembagian menit untuk Listening, grammar, dan Reading: …
- Bantuan yang boleh digunakan saat belajar: …
- Bahan baru dan kondisi untuk pemeriksaan: …
- Waktu meninjau ulang: …
- Tanda untuk mempertahankan, mengubah, atau memindahkan fokus: …
Cara menjalankan enam sesi
Sesi 1–2: bangun cara kerja. Gunakan blok utama untuk satu keterampilan. Bantuan seperti transkrip atau penjelasan aturan boleh dipakai setelah mencoba. Ini sesi belajar, bukan simulasi tes. Blok bagian lain tetap berjalan agar kamu tidak kehilangan kontak dengan keterampilannya.
Sesi 3: periksa dengan bahan baru. Tempatkan pemeriksaan di awal blok utama, sebelum melihat bantuan. Catat apakah kamu bisa menerapkan keterampilan yang dituju. Jangan mengganti prioritas hanya karena satu jawaban salah.
Sesi 4–5: sesuaikan metode. Jika kesulitan sama masih muncul, ubah satu hal: panjang audio, kompleksitas kalimat, atau banyaknya langkah yang dikerjakan sekaligus. Mengubah satu unsur memudahkan kamu melihat apakah penyesuaian tersebut berguna.
Sesi 6: ambil keputusan untuk siklus berikutnya. Bandingkan pemeriksaan pada bahan baru dengan sasaran awal. Pilih mempertahankan fokus, memperkecil sasaran, atau memindahkan porsi utama.
Cornell menjelaskan bahwa latihan mengingat aktif membantu memperlihatkan apa yang sudah dan belum kamu pahami. [45] Dalam rancangan ini, penerapannya sederhana: sebelum membuka catatan, jelaskan kembali cara menemukan keputusan akhir atau hubungan subjek–kata kerja. Urutan enam sesi ini tetap usulan orisinal EEH, bukan protokol Cornell.
Sebarkan sesi sesuai waktu dan tenaga yang tersedia. Jika durasi rencana tidak realistis, kecilkan cakupannya; jangan menganggap rencana gagal hanya karena tidak cocok dengan jadwal awal.
Kapan prioritas dipertahankan, diperbaiki, atau dipindahkan?
Prioritas tidak harus berubah setiap minggu. Pertahankan ketika sasaran masih relevan, latihan benar-benar terlaksana, dan bahan baru mulai menunjukkan bahwa cara kerjamu lebih tepat. Kemajuan tidak selalu berarti semua jawaban langsung benar; kamu mungkin sudah dapat menemukan subjek tetapi masih keliru menentukan bentuk kata kerjanya.

Jika keterampilan mulai muncul pada bahan baru, periksa kebutuhan yang tersisa sebelum memindahkan porsi. Jika belum muncul, periksa ukuran sasaran dan metode terlebih dahulu. Hasil yang belum membaik tidak otomatis berarti kamu memilih bagian yang salah.
Tinjau keputusan lebih cepat jika:
- Tujuan berubah: lembaga memberikan ketentuan yang sebelumnya belum diketahui.
- Bagian pendamping memburuk berulang kali: alokasinya mungkin terlalu kecil atau latihannya tidak terarah.
- Keberhasilan hanya muncul pada bahan lama: kamu mungkin mengenali materi, belum menerapkan keterampilannya.
- Rencana sering tidak terlaksana: hambatan utama mungkin durasi dan kondisi belajar, bukan pemilihan bagian.
- Bukti awal ternyata tidak sebanding: misalnya satu latihan dikerjakan dengan transkrip, sedangkan yang lain tanpa bantuan.
Kesalahan keputusan yang perlu dihindari
Memilih hanya karena persentase paling rendah. Gunakan angka sebagai petunjuk, lalu lihat pola dan tindakan yang tersedia. Persentase tidak menjelaskan penyebab kesulitan.
Memilih grammar karena dianggap selalu lebih cepat. Sasaran grammar yang sempit mungkin lebih mudah direncanakan, tetapi itu bukan jaminan kenaikan skor. Pilih berdasarkan bukti milikmu.
Menambah soal tanpa mengubah kegiatan belajar. Jika masalahnya tidak memahami hubungan syarat dan hasil, paket tambahan dapat mengulang kebingungan yang sama. Sisipkan penjelasan konsep dan penerapan pada contoh berbeda.
Menghapus bagian pendamping. Porsi lebih kecil seharusnya tetap memiliki pekerjaan jelas, bukan sekadar membuka materi sebentar. Contohnya, tentukan subjek pada beberapa kalimat baru atau jelaskan gagasan utama satu bacaan pendek.
Mengganti fokus setiap kali latihan terasa berat. Tetapkan titik tinjauan agar keputusan tidak hanya mengikuti suasana hati. Pengecualiannya ialah ketika tujuan atau kondisi belajar memang berubah.
FAQ dan langkah berikutnya
Kalau Listening dan grammar sama-sama rendah, harus mulai dari mana?
Periksa apakah salah satunya menjadi kebutuhan khusus lembaga. Jika tidak, cari hambatan berulang yang langkah latihannya paling jelas. Bila keduanya sama-sama jelas atau datanya masih tipis, pembagian seimbang sementara adalah keputusan yang masuk akal. Tuliskan kapan kamu akan meninjaunya.
Apakah grammar bisa sekaligus membantu Listening?
Bisa relevan ketika struktur yang belum dipahami menghalangi penangkapan makna, seperti kasus Sari. Namun, memahami penjelasan tertulis tidak otomatis membuat struktur itu mudah dikenali dalam suara. Tetap diperlukan latihan mendengar pada bahan yang sesuai.
Jika tes sudah dekat, boleh fokus total pada satu bagian?
Dalam usulan ini, bagian utama boleh mendapat porsi lebih besar, tetapi bagian lain tetap disentuh. Pilih satu sasaran sempit dan realistis. Jangan mengganti seluruh rencana karena berharap satu topik dapat menjamin perubahan skor dalam waktu singkat.
Apakah saya perlu kursus untuk menentukan prioritas?
Tidak selalu. Catatan latihan dan lembar keputusan bisa menjadi titik awal belajar mandiri. Jika kamu tetap tidak dapat menjelaskan sumber kesulitan, umpan balik pengajar dapat menjadi pilihan. Bila mempertimbangkan pendampingan EEH, lihat informasi persiapan TOEFL ITP lalu tanyakan apakah pendekatan yang tersedia sesuai dengan kebutuhanmu; jangan mengasumsikan bentuk layanan tertentu.
Apa yang sebaiknya saya lakukan hari ini?
Ambil dua catatan latihan terbaru dan isi lembar keputusan. Pilih satu keterampilan kecil, tetapkan porsi bagian pendamping, lalu tentukan bahan baru untuk pemeriksaan. Jika belum memiliki bukti yang cukup, gunakan pembagian sementara yang seimbang sambil mengumpulkannya. Keputusan yang berguna bukan label permanen “lemah Listening” atau “lemah grammar”, melainkan alasan jelas mengapa waktu belajarmu minggu ini dibagi seperti itu.
Sumber rujukan
[41] https://www.ets.org/pdfs/toefl-itp-test-taker-handbook.pdf — TOEFL ITP Test Taker Handbook
[45] https://lsc.cornell.edu/how-to-study/studying-for-and-taking-exams/effective-study-strategies — Effective Study Strategies – Learning Strategies Center