Cara Latihan Speaking TOEFL iBT Tanpa Partner
Dua sasaran latihan, bukan satu cara menjawab
Cara latihan speaking TOEFL iBT tanpa partner yang berguna bukan sekadar menyalakan perekam lalu berbicara sebanyak mungkin. Kamu perlu mengetahui apa yang hendak dilatih, menyimpan percobaan pertama, dan membandingkannya dengan acuan yang sesuai. Tanpa tiga hal itu, rekaman bisa terdengar semakin akrab tanpa menunjukkan bagian mana yang membaik.
Dalam format TOEFL iBT 2026, ETS mencantumkan dua jenis tugas Speaking: Listen and Repeat dan Take an Interview. [6] Artikel ini berfokus pada keduanya, bukan tugas Speaking terintegrasi dari format terdahulu.
Untuk latihan mandiri, bedakan sasaran berikut:
- Listen and Repeat: melatih reproduksi ujaran yang kamu dengar. Acuannya adalah ujaran sumber, bukan kalimat lain yang menurutmu lebih bagus.
- Take an Interview: melatih jawaban atas pertanyaan. Kamu perlu membangun isi yang relevan; menyalin bunyi pertanyaan saja tidak menjawabnya.
Ini perbedaan penting saat mengevaluasi diri. Dalam latihan pengulangan, mengganti kata dengan sinonim tetap perlu dicatat sebagai perubahan. Dalam latihan wawancara, ada banyak jawaban yang masuk akal karena pengalaman, pilihan, dan alasan setiap orang berbeda.

Apa yang bisa dilakukan dengan teks?
Drill berarti latihan kecil yang sengaja membatasi sasaran. Membaca kalimat lalu merekamnya adalah drill baca-rekam. Latihan ini dapat membantumu mengenali susunan kalimat dan mendengar hasil ucapan sendiri, tetapi tidak menguji apakah kamu menangkap ujaran dari audio.
Karena itu, semua kalimat tertulis untuk pengulangan dalam artikel ini adalah bahan drill, bukan audio Listen and Repeat. Tidak ada berkas audio yang disertakan. Untuk latihan mendengarkan yang sesungguhnya, gunakan audio latihan yang disediakan secara sah, misalnya materi resmi yang memang dapat diakses atau materi yang kamu memiliki izin penggunaannya. Pilih yang menyediakan transkrip agar perbandingan kata bisa diperiksa.
Pertanyaan wawancara tertulis di sini juga merupakan pemantik latihan mandiri. Kamu boleh membacanya untuk berlatih menyusun jawaban, tetapi kegiatan itu tidak sekaligus menguji kemampuan memahami pertanyaan lisan.
Batas penggunaan panduan
Semua kasus, contoh jawaban, lembar tinjauan, dan pengaturan sesi berikut adalah rancangan belajar original untuk artikel ini, bukan soal atau protokol resmi ETS. Contoh jawaban menunjukkan satu kemungkinan yang baik, bukan jawaban tunggal atau prediksi skor.
Kamu boleh memakai perekam ponsel saat belajar di luar tes. Jangan membawa kebiasaan itu ke pelaksanaan tes: ETS melarang penggunaan perangkat seluler selama tes. [6] Ikuti petunjuk materi resmi ketika menjalankan latihan resmi; pengulangan audio dan bantuan teks dalam panduan ini adalah pilihan belajar, bukan pernyataan tentang fasilitas yang tersedia pada ujian.
Bangun meja latihan dan cara meninjau yang sederhana
Kamu tidak membutuhkan partner untuk memberikan giliran bicara. Yang dibutuhkan adalah sumber pemantik, perekam, dan catatan pembanding. Gunakan aplikasi perekam yang pengaturan penyimpanannya kamu pahami. Jika ingin rekaman tetap lokal, periksa apakah aplikasi menyinkronkan atau mencadangkannya ke layanan daring.
Beri nama berkas berdasarkan latihan, bukan identitas: latihan-a-percobaan-1 dan latihan-a-revisi. Untuk contoh cerita, gunakan situasi rekaan atau pengalaman yang tidak memuat informasi sensitif. Tidak perlu mengirim rekaman, dokumen identitas, maupun data akun ke ruang publik agar metode ini berjalan.
Putuskan dahulu: ada acuan audio atau belum?

Jika audio sah dan transkripnya tersedia, kamu bisa melatih mendengarkan lalu mengulang, kemudian mengecek perubahan kata. Jika hanya ada teks, tetap berlatih, tetapi tulis label baca-rekam pada catatan. Label ini mencegah kesimpulan keliru bahwa bacaan yang lancar membuktikan pendengaranmu sudah akurat.
Untuk latihan wawancara, siapkan beberapa pertanyaan tertulis tanpa membuka model jawabannya. Model dibaca setelah percobaan pertama supaya kamu menilai jawaban sendiri, bukan kemampuan meniru penulis.
Gunakan empat putaran kecil
- Percobaan awal: rekam sekali tanpa menghentikan dan mengulang setiap kali ada kesalahan. Simpan bukti kemampuan awal.
- Dengar ulang: dengarkan rekaman sampai selesai. Catat bagian yang benar-benar terdengar, bukan kalimat yang kamu ingat ingin ucapkan.
- Perbaikan terpilih: pilih satu atau dua masalah yang paling memengaruhi tugas. Jangan mengganti seluruh jawaban hanya karena model terdengar berbeda.
- Percobaan revisi: rekam lagi, lalu bandingkan masalah yang sama. Simpan kedua versi agar perubahan terlihat.
Jika kamu memakai transkripsi otomatis, perlakukan hasilnya sebagai bantuan, bukan hakim. Sistem bisa menuliskan kata yang tidak jelas secara keliru. Dengarkan bagian yang dipersoalkan dan tandai ketidakpastian daripada langsung menganggap transkrip benar.
Rubrik praktis: status, bukti, tindakan
Rubrik berikut adalah alat belajar original, bukan kalkulator skor ETS. Untuk setiap aspek, gunakan status terlihat, perlu diperbaiki, atau belum dapat dinilai. Selalu sertakan bukti.
- Kesesuaian tugas: pada pengulangan, apakah kata dan urutannya mengikuti acuan? Pada wawancara, apakah jawaban menanggapi pertanyaan yang diajukan?
- Kejelasan pesan: pada pengulangan, apakah kata penting, jumlah, penyangkalan, dan hubungan waktu terdengar? Pada wawancara, apakah pendengar dapat mengenali gagasan utama?
- Kendali kalimat: pada pengulangan, apakah bentuk yang terdengar dipertahankan? Pada wawancara, apakah susunan dan bentuk kata mendukung maksudmu?
- Kemandirian: apakah kamu masih membaca naskah, melihat kata kunci, atau menjawab tanpa keduanya? Catat bantuan yang dipakai agar perbandingan adil.
Contoh catatan: Kesesuaian tugas: perlu diperbaiki. Bukti: menjelaskan manfaat klub, tetapi belum mengatakan ingin bergabung. Tindakan: tambahkan keputusan pada kalimat pertama. Ini lebih berguna daripada Speaking jelek karena langkah berikutnya jelas.
Jika tidak ada audio referensi, aspek ketepatan mendengar harus ditulis belum dapat dinilai. Batas penilaian yang jujur membantu kamu memilih latihan berikutnya.
Tiga kasus lengkap: dari rekaman awal ke perbaikan
Kasus berikut seluruhnya rekaan. Teks yang disebut sebagai hasil rekaman adalah ilustrasi tertulis, bukan laporan rekaman yang benar-benar dianalisis. Gunakan cara berpikirnya untuk memeriksa berkas milikmu sendiri.
Kasus 1: makna hampir sama, tetapi pengulangannya berubah
Bahan drill baca-rekam original: “Please leave the signed form beside the front desk before lunch.”
Ilustrasi percobaan awal: “Please leave the form at the front desk after lunch.”
Kalimat awal terdengar masuk akal secara tata bahasa. Namun, untuk latihan reproduksi, masuk akal saja tidak cukup. Bandingkan tiga bagian:
signed formmenjadiform: informasi bahwa formulir sudah ditandatangani hilang.besidemenjadiat: lokasi yang semula spesifik menjadi lebih umum.before lunchmenjadiafter lunch: hubungan waktunya berbalik.

Perubahan terakhir perlu diprioritaskan karena bisa mengarahkan pendengar melakukan tindakan pada waktu yang salah. Ini bukan alasan mengabaikan kata lain; ini cara memilih sasaran pertama agar tinjauan tidak terlalu berat.
Langkah perbaikan: baca kalimat sumber dalam tiga kelompok makna: Please leave the signed form / beside the front desk / before lunch. Garis miring hanya penanda latihan untuk melihat bagian pesan, bukan instruksi agar selalu berhenti di sana.
Rekam ulang kalimat lengkap tanpa menghilangkan informasi. Hasil teks yang dituju tetap: “Please leave the signed form beside the front desk before lunch.” Jangan menggantinya dengan “Please put the completed document near reception” meskipun kalimat itu terasa lebih mudah.
Cara mengecek: cocokkan kata, urutan, dan hubungan waktu. Tutup teks untuk percobaan tambahan, tetapi catat bahwa itu latihan ingatan dari bacaan. Untuk mengetahui apakah kesalahan serupa terjadi saat mendengar, kamu masih membutuhkan audio referensi yang sah dengan kalimat lain. Ketepatan baca-rekam belum membuktikan ketepatan mendengarkan.
Kasus 2: banyak berbicara, tetapi keputusan tidak terdengar
Pertanyaan original: “Would you prefer to join a campus club or organize a small activity yourself? Why?”
Ilustrasi jawaban awal: “Campus clubs are popular. There are sports clubs and music clubs. Students can meet people, and activities are useful for university life.”
Jawaban ini masih berada di topik kegiatan kampus. Masalahnya, pertanyaan meminta pilihan pribadi beserta alasan. Pendengar belum tahu apakah pembicara ingin bergabung dengan klub atau mengadakan kegiatan sendiri.
Keputusan revisi: jangan menambah daftar jenis klub. Tambahkan pilihan, lalu jelaskan alasan yang berhubungan dengan pilihan itu.
Salah satu versi revisi: “I would join a campus club because I would not have to organize everything myself. For example, a photography club could arrange a weekend walk, and I could focus on learning from other members. Once I understood how the group worked, I might help plan an activity.”
Kalimat pertama menjawab pilihan secara langsung. Contoh kegiatan fotografi menjelaskan bagaimana pilihan itu membantu pembicara. Kalimat terakhir menambahkan perkembangan yang masuk akal tanpa membatalkan pilihan awal.
Cara mengecek: bisakah kamu menggarisbawahi satu bagian sebagai keputusan dan bagian lain sebagai alasan? Apakah contoh benar-benar mendukung alasan tersebut? Jika kamu memilih mengadakan kegiatan sendiri, itu juga bisa menjadi jawaban yang baik. Yang diperiksa bukan selera pembicara, melainkan hubungan antara pertanyaan, pilihan, dan dukungannya.
Kasus 3: pengalaman sudah relevan, tetapi urutannya kabur
Pertanyaan original: “Tell me about a time you changed a study plan. What did you change, and why?”
Ilustrasi jawaban awal: “I change my plan last month because the chapters were difficult. I study with summaries. It is better and I finish.”
Ada pengalaman yang relevan, tetapi pendengar belum mengetahui rencana awal dan perubahan konkretnya. Last month menunjukkan waktu lampau, sedangkan beberapa kata kerja belum mengikuti alur itu. It is better juga belum menjelaskan hasil yang bisa diamati.
Keputusan revisi: tuliskan empat kata kunci, bukan naskah lengkap: five chapters — too much — two chapters — explain ideas. Kata kunci mempertahankan arah cerita sambil memberi ruang untuk menyusun kalimat sendiri.
Salah satu versi revisi: “Last month, I planned to review five chapters in one evening. After the first chapter, I realized that I was reading too quickly to understand the ideas. I changed my plan and reviewed only two chapters, using a short summary for each one. The next morning, I could explain the main ideas without checking the book.”
Rencana awal membuat perubahan dapat dibandingkan. Alasan menjelaskan mengapa perubahan dilakukan. Hasil berupa kemampuan menjelaskan ide lebih konkret daripada sekadar menyebut belajar terasa lebih baik.
Cara mengecek: tandai rencana awal, perubahan, alasan, dan hasil. Periksa kata kerja utama yang menceritakan kejadian lampau. Setelah itu, coba pertanyaan baru; jangan menjadikan cerita ini naskah hafalan untuk semua pertanyaan pengalaman.
Latihan terbuka 1–3: membangun acuan dan memeriksa reproduksi
Tiga latihan pertama menyiapkan kebiasaan membandingkan ujaran. Kerjakan sesuai sumber yang tersedia. Contoh tertulis membantu memahami cara meninjau, tetapi tidak menggantikan input audio.
Latihan terbuka 1: baca-rekam tanpa kehilangan batas waktu
Jenis latihan: drill tertulis, bukan tes mendengarkan.
Bahan original: “The language workshop begins after the morning lecture.”
Baca kalimat, rekam satu kali, lalu tuliskan apa yang benar-benar terdengar dari rekaman. Setelah itu, cocokkan dengan bahan. Jika perlu, pisahkan pesan menjadi kegiatan, waktu mulai, dan acuan waktunya.
Model pembagian: The language workshop / begins / after the morning lecture.
Misalnya, hasilmu terdengar “The workshop begins before the morning lecture.” Catatan revisinya bukan sekadar ada kata salah, melainkan language hilang; after berubah menjadi before. Versi yang dituju dalam drill tetap kalimat sumber lengkap, bukan parafrasa.
Alasan metode: pemeriksaan per bagian membuat detail kecil yang mengubah pesan tidak tenggelam dalam kesan umum bahwa kalimat terdengar lancar.
Cek mandiri: apakah jenis kegiatan lengkap? Apakah after terdengar? Apakah morning dipertahankan? Apakah kamu masih membaca atau sudah menutup teks? Catat bantuan itu di samping hasil.
Jebakan umum: langsung mengucapkan kalimat yang sudah dihafal tanpa mendengarkan rekaman awal. Akibatnya, kamu menilai ingatan tentang niatmu, bukan bunyi yang berhasil direkam. Jika rekaman tidak jelas, tulis tidak dapat dipastikan dan coba lagi.
Latihan terbuka 2: pertahankan penyangkalan dan pengecualian
Jenis latihan: drill tertulis dengan sasaran hubungan makna.
Bahan original: “The study room is open every evening except Friday.”
Rekam kalimat dengan teks terlihat. Dengarkan ulang, lalu jawab dalam bahasa Indonesia: ruang itu buka kapan, dan hari apa yang dikecualikan? Pertanyaan makna ini membantumu memastikan bahwa except bukan sekadar kata yang lewat tanpa dipahami.
Contoh tinjauan: jika rekaman berbunyi “The study room is open every evening, especially Friday,” kata except telah berubah menjadi especially. Kalimat berubah dari mengecualikan Jumat menjadi menonjolkan Jumat.
Contoh perbaikan: tulis catatan except = kecuali, baca kembali kalimat lengkap, lalu rekam ulang. Sasaran ujarannya tetap “The study room is open every evening except Friday.” Penjelasan bahasa Indonesia membantu pemahaman, tetapi tidak menggantikan kata sumber saat mengulang.
Cek mandiri: apakah kata pengecualian terdengar? Apakah hari yang disebut tetap sama? Bisakah kamu menjelaskan pesan tanpa membuka teks setelah selesai merekam?
Jebakan umum: menganggap cukup jika sebagian besar kata benar. Pada kalimat ini, satu kata hubungan menentukan jadwal yang dipahami. Namun, keberhasilan drill tetap tidak boleh dicatat sebagai keberhasilan menangkap audio; kamu memulai dari bacaan.
Latihan terbuka 3: dengarkan audio sah sebelum membuka transkrip
Jenis latihan: dengar-ulang dengan audio referensi. Jika belum memiliki audio yang sah, tunda bagian ini dan lanjutkan latihan wawancara. Jangan memberi label Listen and Repeat pada kegiatan membaca teks.
Pilih satu kalimat pendek dari materi latihan yang boleh kamu gunakan dan memiliki transkrip. Jika memakai latihan resmi, ikuti instruksinya terlebih dahulu. Untuk putaran belajar terpisah, dengarkan kalimat tanpa melihat transkrip, lalu rekam pengulanganmu. Buka transkrip setelah percobaan pertama.
Tandai empat jenis perubahan: kata hilang, kata tambahan, kata terganti, dan urutan berubah. Dengarkan kembali sumber untuk memeriksa bagian yang meragukan sebelum menyimpulkan letak kesalahannya.
Ilustrasi original, bukan transkrip audio yang disediakan: acuan tertulis “Visitors can collect their passes near the main entrance.” Ilustrasi respons “Visitors can collect passes at the entrance.” Catatan: their dan main hilang; near berganti at.
Dalam latihan nyata, model pengulangannya mengikuti audio yang kamu pilih, bukan kalimat ilustrasi ini. Setelah membandingkan, ulangi dari audio dengan teks ditutup.
Cek mandiri: apakah transkrip tertutup pada percobaan pertama? Apakah semua perubahan tercatat? Apakah kamu menuliskan berapa kali audio diputar? Apakah revisi berasal dari mendengar kembali atau membaca?
Jebakan umum: melihat transkrip sebelum mendengar lalu menyimpulkan pendengaran sudah akurat. Catat kedua kondisi secara terpisah; keduanya berguna, tetapi memberi bukti yang berbeda.
Latihan terbuka 4–6: menjawab wawancara tanpa menulis pidato
Untuk latihan berikut, baca pertanyaannya, lalu jauhkan model jawaban sampai percobaan pertama selesai. Jika kamu membutuhkan bantuan, gunakan paling banyak beberapa kata kunci. Batas tersebut merupakan pilihan latihan di artikel ini, bukan aturan resmi ETS.
Alur keputusan → alasan → contoh dapat membantu pertanyaan pilihan. Gunakan sebagai penyangga sementara, bukan susunan wajib untuk semua pertanyaan. Pertanyaan pengalaman, misalnya, mungkin lebih mudah dijawab menurut urutan kejadian.

Latihan terbuka 4: pilih lingkungan belajar dan jelaskan kecocokannya
Pertanyaan original: “Do you prefer studying in a quiet library or in a lively café? Explain your choice.”
Pilih salah satu. Buat jawaban yang menjelaskan hubungan antara lingkungan tersebut dan kegiatan belajarmu. Tidak perlu membuktikan bahwa pilihan lain buruk untuk semua orang.
Salah satu model respons: “I prefer a quiet library, especially when I need to read something difficult. In a café, I sometimes pay attention to nearby conversations instead of my work. Last week, I used a library desk to review a long article, and I could follow the argument more easily. A café is fine for meeting friends, but it is not my first choice for focused reading.”
Mengapa bekerja: pilihan muncul sejak awal. Alasan tentang percakapan di sekitar pembicara terhubung dengan kebutuhan membaca. Contoh artikel memperjelas kegiatan yang dimaksud, bukan hanya menambahkan cerita.
Contoh edit: ubah “The library is good and comfortable” menjadi “The library helps me focus on difficult reading because there are fewer conversations around me.” Edit ini memperjelas fungsi, bukan sekadar memperpanjang kalimat.
Cek mandiri: apakah pilihanmu langsung diketahui? Apakah alasan berkaitan dengan kebutuhan pribadi? Apakah contoh mendukung alasan yang sama?
Jebakan umum: membandingkan semua fasilitas kedua tempat sampai lupa menyatakan pilihan. Jika kamu memilih kafe, gunakan alasan yang cocok dengan kegiatanmu sendiri; jangan memaksakan alasan dari model.
Latihan terbuka 5: ceritakan satu kesulitan dan tindakanmu
Pertanyaan original: “Describe a time you had difficulty working with a group. What did you do?”
Gunakan pengalaman yang aman untuk diceritakan atau situasi rekaan untuk keperluan latihan. Hindari nama asli, lokasi terperinci, dan informasi pribadi anggota kelompok. Fokus pada tindakanmu, bukan menyalahkan orang lain.
Salah satu model respons: “During a class project, our group had trouble choosing a topic because everyone suggested something different. I asked each person to explain one advantage of their idea. Then we compared the ideas with the assignment requirements and chose the one we could research most easily. We still had different opinions, but we had a clear reason for our decision.”
Mengapa bekerja: masalahnya terbatas dan konkret. Pembicara menyebut tindakan yang dapat dibayangkan: meminta penjelasan dan membandingkan ide dengan persyaratan tugas. Hasilnya wajar; jawaban tidak mengklaim semua perbedaan pendapat langsung hilang.
Contoh edit: “We communicated better” masih umum. “I asked each person to explain one advantage of their idea” menunjukkan bentuk komunikasi yang dilakukan.
Cek mandiri: apakah kesulitannya jelas? Apakah ada tindakan yang kamu lakukan, bukan hanya keadaan yang berubah? Apakah urutan kejadian mudah diikuti dan bentuk lampau cukup konsisten?
Jebakan umum: menghabiskan jawaban untuk latar belakang kelompok. Jika bagian tindakan hanya satu frasa pendek, potong latar yang tidak diperlukan dan jelaskan langkahmu.
Latihan terbuka 6: tanggapi perubahan kondisi tanpa bertentangan
Pertanyaan original: “Would you still choose your preferred study place if you had to prepare a group presentation? Why or why not?”
Gunakan pilihan pada latihan 4 sebagai titik awal. Sekarang kebutuhannya berubah: bukan belajar sendiri, melainkan menyiapkan presentasi bersama. Kamu boleh mempertahankan atau mengubah pilihan, asalkan alasannya mengikuti kondisi baru.
Salah satu model respons: “For a group presentation, I would not use the quiet reading area I mentioned earlier. We would need to discuss ideas and rehearse together, so talking could disturb other readers. I would look for a room where group discussion is allowed. My goal would still be to avoid distractions, but the space would also need to support conversation.”
Mengapa bekerja: jawaban mengakui pilihan sebelumnya, lalu menerangkan mengapa situasi baru membutuhkan tempat berbeda. Pembicara tidak menganggap ruang diskusi pasti tersedia; ia menyebut akan mencarinya.
Contoh edit: “I changed my mind because a library is bad” terlalu luas. Ganti dengan “A quiet reading area would not suit a task that requires group discussion.” Yang berubah adalah kecocokan untuk tugas, bukan penilaian mutlak tentang perpustakaan.
Cek mandiri: apakah kondisi presentasi kelompok benar-benar dibahas? Apakah hubungan dengan pilihan awal jelas? Apakah alasan baru menjelaskan keputusan baru?
Jebakan umum: mengulang jawaban latihan 4 hampir seluruhnya. Pertanyaan lanjutan perlu respons terhadap informasi baru, bukan pemutaran ulang naskah lama.
Jadikan rekaman berikutnya keputusan belajar
Cornell menjelaskan retrieval practice sebagai latihan mengingat kembali informasi secara aktif. [45] Dalam penerapan original di sini, tutup model sebelum mencoba lagi agar kamu membangun respons, bukan membaca jawaban yang sudah tersedia.
Kamu bisa memakai sesi sekitar 25 menit sebagai titik awal pribadi, bukan durasi resmi tugas tes:
- 3 menit: pilih satu sasaran dan cek sumbernya. Tentukan apakah sesi memakai teks atau audio.
- 7 menit: kerjakan satu drill atau satu latihan dengar-ulang, lalu bandingkan dengan acuannya.
- 8 menit: jawab satu pertanyaan wawancara, dengarkan hasilnya, dan rekam satu revisi.
- 5 menit: isi rubrik menggunakan bukti dari kedua percobaan.
- 2 menit: pilih tindakan untuk sesi berikutnya.
Jika waktu terbatas, kerjakan satu tugas sampai tinjauannya selesai. Lima rekaman tanpa pemeriksaan belum tentu memberi arah sejelas satu rekaman yang menghasilkan keputusan konkret.
Catatan sesi yang bisa kamu salin
- Jenis latihan: baca-rekam, dengar-ulang, atau jawaban wawancara.
- Sumber dan bantuan: teks terlihat atau tertutup; jumlah pemutaran audio; kata kunci yang dipakai.
- Bukti dari percobaan awal: bagian ujaran yang hilang, berubah, atau belum menjawab pertanyaan.
- Perbaikan terpilih: satu tindakan yang dapat dilakukan pada percobaan kedua.
- Hasil revisi: membaik pada bagian mana, dan apa yang masih belum pasti?
- Percobaan berikutnya: bahan baru atau pertanyaan baru untuk memeriksa apakah perbaikan bertahan.
Pada sesi selanjutnya, mulai dengan pemantik baru yang memiliki tuntutan serupa. Jika kemarin kamu menghilangkan kata pengecualian, pilih bahan baru yang memiliki pembatas makna. Jika jawaban wawancaramu belum menunjukkan tindakan, gunakan pertanyaan pengalaman lain dan periksa bagian tindakan sejak awal.
Keberhasilan meniru satu model bukan alasan menghitung perkiraan skor. Bukti yang lebih berguna untuk belajar adalah kamu mengetahui bantuan yang digunakan, bisa menunjukkan kesalahan tertentu, dan dapat memperbaiki jenis masalah yang sama pada bahan berbeda. Dengan cara itu, latihan tanpa partner tetap memiliki acuan dan arah—bukan hanya kumpulan rekaman.
Sumber rujukan
[6] https://www.ets.org/toefl/test-takers/ibt/about/content.html
[45] https://lsc.cornell.edu/how-to-study/studying-for-and-taking-exams/effective-study-strategies — Effective Study Strategies – Learning Strategies Center